Banyuasin – Asap hitam yang keluar dari cerobong salah satu PT dari PT Mayora di Talang Kelapa Banyuasin sempat dikeluhkan warga setempat dikarenakan asap tersebut diduga cemari udarah di RT 13 dan 14 Kecamatan Talang Kelapa beberapa waktu lalu.

Keluhan warga terkait asap dari PT Mayora itu dari video yang diunggah oleh warga di media sosial, dengan berucap limbah asap tersebut tercium aroma menyengat.

Menindaklanjuti keluhan warga tersebut, DLH Banyuasin langsung turun ke lokasi untuk memastikan apakah asap yang dikeluarkan oleh PT Mayora mencemari lingkungan.

“Kami bertiga dengan petugas dari Laboratorium kita melakukan uji pengukuran dan hasilnya bagus , namun saya katakan kalau tidak ada keluhan warga tidak mungkin di uji laboratorium, pihak PT Mayora mengatakan asap yang keluar hitam itu durasinya hanya sebentar itu karena campuran cangkang sawit dan pasir yang tidak cepat larut,” terang Norman Kasih Gakum DLH Banyuasin ditemui, Kamis (4/1/2024).

Norman menambahkan bahwa pihaknya meminta pihak PT Mayora agar memperhatikan campuran pasir yang sesuai Standar Operasional Prosedur yang sudah ditentukan.

“Misalnya pasir harusnya ukuran 0.01 mm agar cepat larut, kalau yang digunakan 0.1 mm maka yang keluar asap hitam,” katanya.

Ada 2 poin yang di pertegas oleh DLH Banyuasin ke PT Mayora, agar ditindaklanjuti.

Pertama Pihak PT Mayora melakukan perbaikan, antisipasi kalau bahan yang bakal masuk tidak sesuai SOP dan jangan terjadi lagi.

Dan kedua Perhatikan dampak warga ring 1. ketika ada yang kena dampaknya.

“Kita sampaikan juga agar PT Mayora Kalau ada warga yang terdampak harus diperhatikan kesehatan, beri bantuan, biaya pengobatan,” ungkap Norman menyampaikan.

MCNGRUP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here