Jembatan Lawai di Bangun Swasta, Gubernur HD Larang Angkutan Batubara Melintas

MUARA ENIM – Meski jembatan Air Lawai B murni akan dibangun kembali oleh swasta pasca ambruk oleh angkutan batubara, namun dalam operasionalnya angkutan batubara tetap tidak diperbolehkan melintasinya.

 

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru pada kegiatan peletakan Batu Pertama dan Do’a Bersama Proyek pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama MK – PT DKonsindo CM & Kontraktor EPC PT SBR di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumsel, Jumat (10/4/2026).

 

Kegiatan ini selain dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, juga dihadiri

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie dari Partai Golkar dan Oktaviansyah dari PKB, Wabup Lahat Widia Ningsih, Ketua TPPJAL, Forkopimda Sumsel, Forkopimda Lahat, Muara Enim, stake holder, para undangan dan masyarakat Desa Muara Lawai.

 

“Kalau untuk biaya jembatan di estimasikan sekitar Rp 18 – Rp 20 Miliar,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru.

 

Menurut Gubernur pihaknya sangat perhatian atas jembatan Air Lawai B ini, mulai dari ambruknya, pembongkaran, pembersihan dan sampai dibangun kembali.

“Memang prosesnya panjang memerlukan waktu sebab harus melalui berbagai tahapan, tidak bisa asal bangun,” ujar Gubernur.

 

Lanjut Gubernur, seluruh proses mulai tender dan pemenangnya sudah sesuai tahapan, dan selanjutnya tentu kita serahkan kepada lembaga yang berwenang untuk mengawasi pembangunannya sehingga harus lengkap dengan standar mutu yang baik. Begitupun penyelesaiannya sesuai waktu yang diberikan. Dan jika selesai, meski jembatan tersebut dibangun oleh swasta namun angkutan batubara tetap tidak boleh melintas di jembatan itu kembali tetapi harus melalui jalan khusus batubara baik yang telah lama dibangun maupun yang baru dibangun.

 

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan dan terkait untuk bisa memperbaiki jalan negara yang rusak dan berlobang di Sumsel sebab banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan.

“Minimal tahun ini perbaiki dulu yang rusak dan berlubang, tahun depan kalau bisa di lapisi aspal,” ujarnya.

 

Menurut Wakil Ketua TPPJL Fredi Marwan dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan kembali jembatan Air Lawai B ini, sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Seluruh persiapan administrasi maupun teknis telah kami upayakan semaksimal mungkin supaya pembangunan jembatan cepat terwujud.

“Kami mohon dukungan semua pihak supaya proyek ini berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

 

Wabup Lahat Widya Ningsih yang mewakili Bupati Lahat mengatakan bahwa jembatan Air Lawai B ini dibangun tahun 1987, dan memang kondisinya sudah tua ditambah beban yang melintas berat sehingga terjadilah insiden ambruk.

“Atas gerak cepat Pak Gubernur yang memanggil asosiasi pengusaha di Kabupaten Lahat bersama Pemkab Lahat dan Pemkab Muara Enim sehingga terealisasi pembangunan kembali jembatan Air Lawai B ini,” ujar Widia.

Dijelaskan Widia, bahwa pembangunan jembatan ini tidak sama sekali menggunakan anggaran APBD Provinsi Sumsel maupun daerah tetapi murni dari swasta. Mudah-mudahan setelah ini dibangun kelancaran konektivitas antara kabupaten dan juga desa dapat optimal kembali normal.(Deri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *