Program Cetak Sawah Anggaran Miliaran Di Ogan Ilir Terancam Mangkrak..! Ribuan Ton Pupuk Dolomid Tidak Terurus!

Ogan ilir,hbnindonesia.com–Program strategis nasional Cetak Sawah Rakyat(CSR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto anggaran Milyaran rupiah dari APBN. Terancam mangkarak dikabupaten ogan ilir provinsi sumatra selatan

Di saat awak media mendatangi kantor dinas ketahanan pangan dan pertanian (DISKKPERTA) untuk meggali informasi kebenaranya kepala dinas sedang keluar (DL) namun berhasil menemui kabit Saspras

Saat ditanya tentang puluhan ton pupuk dolomid yang tidak terurus di desa tanjung baru burai, Tanmalaka menyebut kedatangan pupuk Dolomid itu bukan kehendak kita tapi didatangkan langsung Orang Pusat”Katanya

Program cetak sawa ini memang ada lanjut dia, namun belum berjalan atau siap dilapangan Pupuk Dolomid sudah datang. Sedangkan kondisi lahan belum siap,

Sehingga mengakibatkan Desa-desa yang mendapatkan Program cetak sawah petak terjadi penumpukan Pupuk dolomid, jadi dolomid datang murni bukan kehendak kami. itu kehendak Pemerintah Pusat jadi kita hanya menerima tidak bisa menolak

“Kurangnya koordinasi dari daerah ke pemerintah pusat sehingga mengibatkatkan terjadi penumpukan pupuk dolomid kurleb 3000 ton, Seperti dikecamatan Pemulutan dan dikecamatan Indralaya Utara”Ujarnya

Lebih lanjut, Dia menambahkan harusnya Pemerintah Pusat sana melakukan pengecekan melalui survey kelapangan dahulu apakah cetak sawah ini sudah siap pakai, namun fakta di lapangan bertolak belakang, Hingga saat ini anggaran miliaran rupiah tersebut terancam sia-sia, dan mimpi Buruk untuk menjadi mandiri pangan pun sirna

“Di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara kini berada di ujung tanduk. Alih-alih menjadi lumbung pangan, lahan seluas 67 hektare yang menelan anggaran dari APBN tersebut dinilai gagal, karena pengerjaannya terhalang air”Ungkap Tan Malaka

Sebelumnya sudah diberitakan , Kadis Ketahanan Pangan Ogan Ilir Sebut 1.096 Hektar Tidak Terealisasi..!

Pada tahun 2025 target untuk cetak sawah di Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.660 hektar, namun terealisasi hanya sebanyak 2.564 hektar, sementara 1.096 hektar tidak terealisasi

Sejak berita ini diterbitkan, Kapala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Ogan Ilir, Belum Bisa Ditemui Secara Langsung Maupun Melalui Sambungan Telepon (Tim..)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *