BANYUASIN – Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, kini menjadi sorotan berkat hadirnya fasilitas *Smart Green House* yang digadang-gadang mampu merevolusi pola pertanian masyarakat setempat. Inovasi ini menjadi langkah strategis desa dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di era digital.
Kepala Desa Tanjung Agung, Dodi Musriyanto, mengungkapkan bahwa pembangunan *Smart Green House* ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam mendorong modernisasi sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga.
“Kami ingin membuktikan bahwa desa juga bisa berinovasi. *Smart Green House* ini bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah ekosistem pertanian modern yang memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan hasil panen,” ujar Dodi Musriyanto saat ditemui di Kantor Desanya. Senin (5/10/2026).
Teknologi Canggih di Lahan Desa
*Smart Green House* yang berdiri di lahan milik desa ini dilengkapi dengan berbagai teknologi terkini, di antaranya sistem irigasi tetes otomatis (*drip irrigation*), sensor kelembapan dan suhu berbasis *Internet of Things* (IoT), serta panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Seluruh sistem dapat dipantau dan dikendalikan secara *real-time* melalui aplikasi di ponsel pintar.
Dengan teknologi tersebut, para petani dapat mengatur kondisi mikro di dalam rumah kaca secara presisi, mulai dari intensitas cahaya, sirkulasi udara, hingga pemberian nutrisi tanaman. Hal ini memungkinkan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, melon, dan sayuran organik sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Menurut Dodi, kehadiran *Smart Green House* ini telah memberikan dampak signifikan bagi kelompok tani di Desa Tanjung Agung. Selain meningkatkan produktivitas hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan metode konvensional, teknologi ini juga mampu menekan penggunaan pestisida secara drastis sehingga menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.
“Sebelumnya, petani kita sangat bergantung pada cuaca. Kalau musim hujan berlebihan atau kemarau panjang, gagal panen sudah jadi hal biasa. Sekarang dengan *Smart Green House*, risiko itu bisa diminimalkan,” jelas Dodi.
Lebih lanjut, Dodi menyebutkan bahwa program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi pemuda desa yang sebelumnya memilih merantau ke kota. Mereka kini dilatih untuk mengoperasikan teknologi pertanian modern sekaligus menjadi agen perubahan di kampung halamannya sendiri.
Dukungan Berbagai Pihak
Realisasi *Smart Green House* ini tidak lepas dari kolaborasi antara Pemerintah Desa Tanjung Agung, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, serta sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Selatan yang memberikan pendampingan teknis. Dana pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dialokasikan secara bertahap sejak tahun anggaran sebelumnya.
Pihak Pemerintah Kabupaten Banyuasin sendiri menyambut positif inisiatif ini dan berencana menjadikan Desa Tanjung Agung sebagai percontohan (*pilot project*) bagi desa-desa lain di wilayah Banyuasin III dan sekitarnya.
Harapan ke Depan
Dodi Musriyanto berharap *Smart Green House* ini dapat terus berkembang, tidak hanya dari segi kapasitas produksi, tetapi juga dari sisi hilirisasi produk. Ke depan, ia berencana mengintegrasikan fasilitas ini dengan program agrowisata dan *marketplace* digital agar hasil panen dapat langsung dipasarkan ke konsumen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
“Target kami, Desa Tanjung Agung bisa menjadi desa mandiri pangan dan desa digital di Kabupaten Banyuasin. Ini baru permulaan, dan kami optimistis dengan kerja keras bersama, semua itu bisa terwujud,” pungkas Dodi dengan penuh semangat.
Kehadiran *Smart Green House* di Desa Tanjung Agung menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian modern tidak hanya milik kota besar. Dengan kepemimpinan yang visioner dan dukungan masyarakat, desa-desa di Indonesia mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi yang berkelanjutan. (*/Red).
























