Banyuasin – Didampingi Dandim 0430 Banyuasin Letkol. Inf. Handoyo Yudi Prasetyo, S.E., M.H.I., M.Han. dan Anggota DPRD Banyuasin Arisa Lahari, SH serta Kalaksa BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana, SE., M.Si. dalam peninjauan tersebut Bupati Banyuasin mengaku puas melihat jembatan telah selasa pengerjaan dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terutama masyarakat Air Saleh.
Pembangunan jembatan penghubung dengan panjang 36 meter dan lebar 4 meter ini sangat penting karena dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas antarwilayah kecamatan, diharapakan dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan transportasi dan perdagangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempermudah akses ke layanan penting seperti pendidikan dan kesehatan, Kata Bupati Banyuasin.

Dana Pembangunan Jembatan ini berasal dari Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tahun ini terdapat 7 titik jembatan yang dibangun di Banyuasin menggunakan dana tersebut.
Bupati Banyuasin Dr Askolani melalui Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, menyebut jembatan dibangun untuk mendukung transportasi warga.
“Rekonstruksi ini bagian dari program rehabilitasi pascabencana dengan dana hibah BNPB,” terang Reza. Ia menyebut proyek tersebut menyasar tujuh titik infrastruktur terdampak.
Dua jembatan yang rampung kini telah diresmikan langsung oleh Bupati Banyuasin. Total anggaran yang dikucurkan BNPB untuk program ini mencapai Rp21,6 miliar.
“Dana hibah ini mempercepat pemulihan infrastruktur dan meningkatkan ketahanan wilayah,” tambah Reza. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam program pascabencana.
Masyarakat Desa Bintaran kini dapat menikmati akses yang lebih cepat dan aman. Pemerintah berharap jembatan baru ini memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong kesejahteraan warga.

























