HBNINDONESIA.COM– Kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung kembali memicu desakan agar ruas Tol Palembang–Betung segera difungsikan secara sementara.
Langkah ini dinilai menjadi solusi tercepat untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi selama proses perbaikan jalan di wilayah Kilometer 17, Kabupaten Banyuasin.
Pantauan pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan antrean kendaraan menuju Kota Palembang membentang hingga kawasan Pangkalan Balai. Kepadatan diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 kilometer dengan laju kendaraan yang bergerak sangat lambat.
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Musni Wijaya, mengatakan kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalintim, sementara kapasitas jalan berkurang akibat pekerjaan perbaikan.
“Volume kendaraan memang sangat tinggi, sedangkan ruas jalan menjadi lebih sempit karena ada pekerjaan. Kondisi ini membuat kemacetan sulit dihindari,” ujar Musni, dikutip dari situs akurat.co Jum’at (7/8/26)
Menurutnya, Jalintim merupakan salah satu jalur utama di Sumatera yang dilalui kendaraan pribadi, angkutan penumpang, hingga truk logistik antardaerah. Karena itu, gangguan pada salah satu titik langsung berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
Untuk mengurangi kepadatan, Dinas Perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas telah melakukan pengaturan arus kendaraan di sejumlah titik. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup karena volume kendaraan terus meningkat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun mengusulkan agar Tol Palembang–Betung dapat segera dibuka secara fungsional sebagai jalur alternatif selama perbaikan jalan masih berlangsung.
Musni mengungkapkan usulan tersebut telah disampaikan kepada pihak pengelola jalan tol. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai pembukaan ruas tersebut.
“Kami berharap ada kejelasan dalam waktu dekat. Jika tol bisa difungsikan sementara, beban kendaraan di Jalintim akan berkurang dan antrean dapat diurai lebih cepat,” katanya.
Di sisi lain, kepolisian telah mengambil langkah darurat dengan membuka akses Tol Pulau Rimau secara situasional. Jalur tersebut hanya dapat digunakan oleh kendaraan yang melaju dari arah Betung menuju Palembang.
Kepala Bagian Operasional Satlantas Polres Banyuasin, Iptu Eko Susilo, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk mempercepat arus kendaraan dan mengurangi panjang antrean yang terjadi dalam dua hari terakhir.
“Pembukaan Tol Simpang Pulau Rimau hanya berlaku satu arah, yaitu dari Betung menuju Palembang,” ujar Eko.
Pemerintah daerah berharap pembukaan Tol Palembang–Betung secara sementara dapat segera disetujui agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terus terganggu akibat kemacetan berkepanjangan.























