Debu Batubara Perusahaan di Wilayah Desa Tanjung Tiga dan Tanjung Pasir Banyuasin di Duga Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Anaknya Terserang Diare dan Ispa

Oplus_131072

BANYUASIN, – Aktivitas perusahaan batubara di Wilayah Desa Tanjung Tiga dan Desa Tanjung Pasir Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Debu batubara yang diduga beterbangan dan mencemari sungai serta pemukiman warga di Desa Tanjung Pasir dan Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Rantau Bayur, dilaporkan menyebabkan sejumlah anak-anak mengalami gangguan kesehatan, yakni diare dan Ispa.

 

Hal ini terungkap dari sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial @wulan diken ju. Dalam unggahan tersebut, terlihat kondisi air sungai yang terkena debu hitam sisa aktivitas batubara. Warga menyebutkan bahwa debu tersebut tidak hanya mengotori halaman dan atap rumah warga, tetapi juga mencemari sumber air sungai yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

 

Menurut keterangan yang disampaikan dalam video tersebut, air sungai di kawasan itu masih digunakan oleh warga untuk berbagai kebutuhan domestik, termasuk mandi dan minum. Akibat paparan debu batubara yang terus-menerus, kualitas air sungai diduga kuat telah tercemar limbah partikel batubara. Dampaknya, sejumlah warga, khususnya anak-anak yang mengonsumsi atau menggunakan air tersebut, dilaporkan mulai terserang diare.

 

Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat. Melalui unggahannya, @wulan diken ju mendesak agar pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut segera bertanggung jawab dan mengambil langkah nyata untuk menanggulangi pencemaran debu batubara ini.

 

Warga berharap adanya tindak lanjut cepat, baik dari pihak perusahaan maupun instansi pemerintah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, untuk segera melakukan pemeriksaan kualitas air sungai dan mengevaluasi aktivitas perusahaan. Tujuannya adalah agar operasional perusahaan tidak semakin merugikan kesehatan dan kelestarian lingkungan masyarakat setempat.

 

Saat ini menurut @wulan diken ju , Debu batubara yang Cemari Lingkungan sudah teratasi oleh hujan. “Untuk saat Karena ada hujan. Alhamdulillah sudah teratasi. Tapi kita lihat perkembangannya kedepan bagaimana,. Tapi untuk prusahan itu harus di perhati ke lebih untuk debu bukan di musim kemarau saja, Musim penghujan pun juga. Mengingat walau pun musim hujan yang namanya batubara tetap ada debu, mengingat juga PT di dekat desa2..” Katanya dikonfirmasi, Rabu (24/9/2026).

 

Sementara Kepala Desa Tanjung Tiga Kecamatan Rantau Bayur, Dedek Ardiansyah sudah memberikan peringatan agar perusahaan melakukan penyiraman.

 

“Sudah saya peringati perusahaan, segera maksimalkan penyiraman,” jawabannya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan. Namun pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, terkait dugaan pencemaran yang dikeluhkan warga tersebut akan menindaklanjuti informasi tersebut.

 

“Terimakasih informasinya, akan kita sampaikan ke atasan dan nanti kita tindaklanjuti turun kelapangan, ” kata Noerman Kasi Gakum DLH Banyuasin.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *