SENTANI, Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Nikodemus Yaboisembut, bersama perwakilan pemuda, Benhur Yabes Sembut, menyerukan kepada seluruh pemuda-pemudi Papua agar tetap teguh menjaga persatuan, memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air, serta merawat keamanan dan kedamaian di Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seruan tersebut disampaikan pada Senin (26/10/2026), sebagai pesan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya di Kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, dan Kabupaten Jayapura pada umumnya, agar menjadikan momentum Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan penguatan komitmen untuk menjaga persatuan bangsa.
Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, menegaskan bahwa pemuda merupakan harapan bangsa yang harus memiliki pendirian kuat, menjunjung tinggi Pancasila, serta setia kepada bangsa dan negara.
“Pemuda adalah harapan bangsa. Karena itu, pemuda tidak boleh tergeser dan tergoyahkan. Kita harus tetap teguh dalam kesatuan bangsa, menjaga kerukunan, dan setia kepada Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Nikodemus.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung pembangunan dan menjaga kehidupan masyarakat agar tetap aman, damai, dan harmonis. Pemuda harus menjadi kekuatan positif yang mampu menyatukan masyarakat, bukan justru terpecah oleh perbedaan maupun terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak persaudaraan.
Ia mengajak seluruh pemuda di Kampung Sabron Yaru, Sentani Barat, hingga Kabupaten Jayapura untuk terus bersatu dan mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Mari kita bersatu, tetap teguh, dan pegang NKRI. NKRI adalah harga mati,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan pemuda Kampung Sabron Yaru, Benhur Yabes Sembut, mengajak generasi muda untuk menghargai perjuangan para pemuda terdahulu yang telah meletakkan dasar persatuan bangsa melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Ia mengatakan, kemerdekaan dan persatuan Indonesia tidak terlepas dari tekad serta semangat kebangsaan para pemuda yang berani mengesampingkan perbedaan demi cita-cita bersama.
“Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih kepada para pemuda yang telah gugur mendahului kita dalam perjuangan bangsa Indonesia. Berkat tekad dan semangat kebangsaan mereka, hari ini kita dapat menikmati kemerdekaan dan melanjutkan perjuangan sebagai generasi muda,” kata Benhur.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam diri setiap pemuda Papua, bukan hanya melalui ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di tengah masyarakat.
Benhur menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa sekaligus generasi penerus yang bertanggung jawab menjaga masa depan Tanah Papua. Karena itu, ia mengajak pemuda-pemudi agar tidak mudah terpecah belah dan senantiasa mengedepankan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Marilah kita menjaga tanah ini sebagai generasi penerus bangsa. Kita harus menjadi tulang punggung yang menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Jayapura serta seluruh Tanah Papua. Mari kita ciptakan suasana yang aman dan damai, khususnya di Kampung Sabron Yaru,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Tanah Papua harus berjalan seiring dengan semangat persatuan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab membangun Indonesia.
Baginya, memperingati Sumpah Pemuda berarti meneruskan perjuangan generasi terdahulu melalui karya, persatuan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemuda Papua harus tampil sebagai pelopor perdamaian, menjaga kerukunan, serta mengambil bagian dalam pembangunan kampung dan daerah.
Momentum Sumpah Pemuda 2026, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi seluruh generasi muda untuk memperkuat tekad bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
“Pesan saya kepada seluruh pemuda Papua, mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian. Kita ingin Indonesia tetap jaya, Indonesia tetap aman, dan Tanah Papua tetap damai. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” tutup Benhur.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi pengingat bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan.
Dari Kampung Sabron Yaru, pesan kebangsaan itu kembali ditegaskan: pemuda harus berdiri di garis depan menjaga perdamaian, merawat persaudaraan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Sebab, masa depan Papua dan Indonesia berada di tangan generasi muda yang bersatu, berkarakter, dan bertanggung jawab.






















