Ondofolo Kampung Yoboi Apresiasi Pemerintah Atas Perhatian dan Pembinaan Terhadap Masyarakat dan Generasi Muda

SENTANI, Ondofolo Kampung Yoboi, Frans Wally, bersama Kepala Suku Wally, Melianus Wally, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah atas perhatian dan pembinaan terhadap masyarakat adat serta generasi muda melalui kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/10/2026).

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mengarahkan generasi muda Papua agar menjauhi narkoba, minuman keras (miras), dan berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan maupun memecah belah bangsa.

 

Ondofolo Kampung Yoboi, Frans Wally, mengatakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adat merupakan bentuk perhatian nyata yang patut diapresiasi. Menurutnya, pembinaan pemuda melalui kegiatan positif, termasuk penyaluran bantuan peralatan olahraga dan sembako, merupakan langkah penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Atas nama masyarakat adat Kampung Yoboi, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. Kami sangat bersyukur karena pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat adat, terutama kepada generasi muda melalui kegiatan Sumpah Pemuda ini,” ujar Frans Wally.

 

Ia menilai bantuan olahraga bukan sekadar dukungan berupa fasilitas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk mengarahkan pemuda agar mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

 

Ondofolo Frans menegaskan, generasi muda perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan persatuan bangsa.

 

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat dan pemuda Kampung Yoboi tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, tetapi terus dilaksanakan melalui pendekatan langsung ke kampung-kampung.

“Harapan saya, pembinaan dan pendekatan seperti ini harus terus dilakukan ke depan. Setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda, kami berharap pemerintah bisa hadir di kampung ini untuk bersama-sama membina generasi muda,” harap Frans.

 

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Watdos Kampung Yoboi, Yanto Wally, menyerukan kepada seluruh pemuda agar menyadari peran strategis mereka sebagai ujung tombak pembangunan kampung, bangsa, dan negara.

Menurut Yanto, masa depan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sikap, tindakan, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Ia mengingatkan bahwa peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi pemuda untuk semakin dewasa dalam berpikir, menilai informasi, serta mengambil keputusan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di Papua.

“Sebagai pemuda, kita adalah ujung tombak pemerintah, negara, bahkan dalam kehidupan beragama. Namun, terkadang kita sendiri menjadi sasaran dari persoalan yang muncul akibat perilaku dan tindakan kita. Karena itu, mulai hari ini kita harus lebih dewasa dalam menilai informasi dan menentukan sikap terhadap berbagai hal yang terjadi,” tegas Yanto.

 

Ia juga mengajak generasi muda untuk menolak segala bentuk kekerasan dan aktivitas separatis yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun ajakan yang dapat mengganggu persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Yanto menekankan bahwa nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan persaudaraan telah ditanamkan sejak dini oleh orang tua, guru, serta para pemimpin agama. Karena itu, pemuda harus tetap berpegang pada nilai-nilai tersebut dan tidak mudah tergoda oleh ajakan yang bertentangan dengan ajaran moral dan kehidupan bermasyarakat.

 

Ia mengajak seluruh pemuda Kampung Yoboi untuk membuktikan semangat Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampung yang aman dan damai.

 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampung Yoboi tersebut diharapkan menjadi penguat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan dalam membina generasi muda Papua.

 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pemuda diharapkan mampu menjadi pelopor perdamaian, penjaga nilai-nilai adat, serta garda terdepan dalam merawat persatuan dan keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *