Ogan ilir,hbnindonesia.com– Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir Amir Hamzah SH,. mengkritik pelaksanaan program cetak sawah yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat. Ia menilai program strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional tersebut berjalan tanpa perencanaan matang, tidak terkoordinasi baik, serta banyak kendala di lapangan yang tidak diantisipasi sejak awal.
Dalam keterangannya, Senin (11/5/2026), Ketua Komisi II menyebutkan, meski Ogan Ilir mendapat alokasi target cetak sawah mencapai 10.600 hektare hingga tahun ini, realisasi dan kualitas pengelolaan lahan baru masih jauh dari harapan. Berdasarkan pemantauan anggota Komisi II di sejumlah lokasi di Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, indralya utara dan sekitarnya, banyak lahan yang sudah dibuka namun tidak siap tanam, tidak memiliki akses irigasi memadai, hingga tidak didukung jalan usaha tani yang layak.
“Kami temukan banyak titik lahan yang sudah digarap, tapi tidak ada rencana jangka panjang. Di sana sini ada lahan baru tapi kering kerontang saat kemarau, tergenang air saat hujan, padahal seharusnya perencanaan teknis, pembuatan saluran air, dan akses jalan sudah disiapkan sejak awal pelaksanaan. Ini bukti program ini kurang terencana, sekadar mengejar angka luas lahan, bukan kualitas dan produktivitas,” tegasnya.
Menurutnya, Dinas terkait terlihat hanya mengeksekusi perintah pusat tanpa melakukan kajian mendalam mengenai kondisi karakteristik lahan rawa dan tanah di Ogan Ilir. Belum lagi, pembagian bantuan bibit, pupuk, dan alat pertanian juga dinilai belum tepat sasaran dan tidak sinkron dengan jadwal pengolahan lahan.
Komisi II juga menyoroti belum adanya dokumen perencanaan rinci, jadwal pelaksanaan jelas, serta analisis dampak lingkungan dan sosial yang lengkap. Padahal, program ini bersumber dari anggaran besar, baik APBN maupun APBD Kabupaten Ogan Ilir.
“Kalau hanya membuka lahan baru tapi tidak bisa ditanami atau hasilnya rendah, sama saja membuang uang negara. Kami minta dinas melakukan evaluasi total, perbaiki sistem perencanaan, libatkan penyuluh dan kelompok tani sejak awal, supaya hasilnya nyata dan bermanfaat bagi kesejahteraan petani,” tambahnya.
Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir berencana mengundang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta instansi terkait, untuk menggelar rapat kerja dalam waktu dekat guna membahas perbaikan program cetak sawah. Pihaknya juga akan merekomendasikan penundaan pelaksanaan tambahan lahan baru sampai sistem perencanaan dan pendukungnya disempurnakan.
Saat awak media menanyakan perihal ribuan ton pupuk dolomid yang tak terurus seperti salah satu contoh di desa tanjung baru kecamatan indralaya utara
Ketua Komisi Dua DPRD kabupaten ogan ilir, tampak terkejut”ini luar biasa ini..berita ini baru saya dapatkan ini”Ucapnya Sambil tertawa seolah tak percaya akan hal tersebut
Amir hamzah menegaskan, pupuk dolomid itu sangat berharga untuk program tersebut yang berguna untuk mengurangi asam tanah pertanian khususnya di ogan ilir, tanpa dolomid saya yakin tidak akan berhasil, sebagus apapun tanamanya kalau tidak pakai dolomid pasti akan gagal panen
“Secepatnya akan kami konfirmasi melalui rapat komisi untuk segera memanggil kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan ogan ilir”Tegasnya






















