Banyuasin,- Menjelang lebaran, di Sebagian wilayah Banyuasin ada kebiasaan masak ketupat di Panci Baja besar pakai kayu bakar.
Kastrol atau panci aluminium cor tradisional yang sedang digunakan untuk memasak di atas tungku kayu bakar.
Penggunaan Utama: Sering digunakan untuk memasak nasi liwet tradisional karena kemampuannya mendistribusikan panas secara merata dan menciptakan aroma khas.
Bahan: Umumnya terbuat dari cor aluminium atau besi cor, membuatnya tahan lama dan mampu menahan suhu tinggi dari api langsung.
Kapasitas: Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kapasitas kecil untuk rumah tangga hingga besar untuk acara komunal.
Karakteristik: Memiliki tutup yang rapat untuk menjaga uap dan panas, serta gagang untuk memudahkan mengangkat panci dari tungku.
Panci baja atau bahasa daerah disebut panci (ketel, red) sebuah alat memasak di dapur tradisional Indonesia, biasanya panci ini sangat dibutuhkan untuk menggodog atau merebus ketupat buat kudapan lebaran. Di Banyuasin, tradisi masak ketupat di panci baja jelang lebaran, kayu bakar sebagai bahan bakarnya.
Masaknya di area yang luas. Bisa di pelataran rumah atau dapur. Rasa ketupat dimasak di panci pakai kayu bakar memang rasanya lebih nikmat. Aroma ketupatnya dapat, lebih akas.
Masyarakat Banyuasin pada umumnya dulu masak ketupat seperti itu. Namun, saat ini sudah langka alias sedikit ditemui. Hanya sebagian saja yang masih melestarikan tradisi tersebut.
























