BANYUASIN – Sejumlah warga di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan kondisi udara yang memburuk pada pagi hari ini (23/8). Kabut asap tebal dengan aroma menyengat mulai menyelimuti kawasan pemukiman, menyebabkan banyak warga mengeluhkan sesak napas dan iritasi pada mata serta tenggorokan.
Kondisi ini merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa titik rawan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. Berdasarkan laporan warga, asap mulai terlihat pekat sejak dini hari dan semakin tebal saat matahari terbit, mengurangi jarak pandang secara signifikan.
“Saya bangun pagi tadi rasanya dada berat, susah bernapas. Di luar rumah juga sudah berkabut putih dan baunya sangat menyengat,” keluh salah seorang warga Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pergerakan angin membawa partikel asap dari titik-titik api ke arah permukiman padat penduduk. Partikel halus (PM 2.5) dalam asap karhutla diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan seperti asma atau ISPA.
Tips Jaga Kesehatan dampak Asap
1. Meminimalkan aktivitas di luar ruangan.
2. Menggunakan masker berkualitas (seperti N95) jika terpaksa harus beraktivitas di luar.
3. Menutup jendela dan pintu rumah untuk mencegah masuknya asap.
4. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk berkepanjangan, atau pusing.























