Banyuasin – Jalan santai yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin yang di ikuti ribuan peserta, baik dari masyarakat umum, sekolah serta instansi terkait dan dipusatkan di alun-alun Kota Pangkalan Balai Pemkab Banyuasin, Selasa (15/8/2023) menuai kritikan, pasalnya anggaran untuk jalan santai tersebut hasil dari gotong royong atau bantuan dari FKPD, OPD, Kepala Sekolah dan lainnya dinilai besar dan tidak sesuai dengan hadiah yang di pamerkan.

 

“Salah satu kepala sekolah bercerita untuk kegiatan jalan santai diminta untuk menyumbang sebesar 150 ribu rupiah, kalau memang benar sumbangan yang dikeluarkan satu sekolah sebesar 150 ribu rupiah di kalikan 507 sekolah untuk sekolah dasar saja sudah berapa, belum SMP, SKPD, OPD dan yang lainnye sangat besar nilainya kenapa hadiah utama cuma satu motor, sangat tidak sesuai,” ujar sumber media ini.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Aminuddin di konfirmasi mengakui bahwa anggaran untuk jalan santai bersumber dari gotong royong dan bantuan.

 

“Gotong royong, FKPD, OPD, Kepala Sekolah dan beberapa pihak yang membantu,” jawabannya.

Terkait anggapan anggaran tidak sesuai dengan hadiah yang di berikan , Aminuddin mengatakan bahwa anggaran gotong royong tersebut tidak seluruhnya sama.

“Kalau untuk sumbangan atau bantuan yang sifatnya gotong royong itu tidak sama, tidak seluruh 150 ribu, ada yang ngasih semampunya, itulah yang kita belikan hadiah.” jawabnya lewat telpon.(MCNGRUP)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here