Hbnindonesia – Banyuasin merupakan Kabupaten yang memiliki potensi rawan bencana cukup tinggi. Bencana di maksud bisa berupa bencana alam, bencana sosial  maupun lahan. Sedangkan bencana sosial meliputi konflik antar kelompok masyarakat, sedangkan bencana non alam meliputi kecelakaan di darat, sungai dan laut. Bencana akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat.

 

Karena itu, BPBD Banyuasin mensosialisasikan   Dampak Psikologis dan Pembekalan Dasar Bagi Korban Bencana di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (5/3/2024) pagi.

Peserta Sosialisasi BPBD Banyuasin

Dikatakan Plt Kaban BPBD Banyuasin Ir. Alpian MM, harus ada upaya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak-dampak pasca bencana dan pemulihan sosial Psikologis pasca bencana. Penanganan bencana dapat dikategorikan tiga tahap, yakni tahap Prabencana, tahap Tanggap Darurat, dan Tahap Pasca Bencana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

“Untuk tahap pertama dan kedua sudah sering dilakukan, namun yang kurang disentuh oleh Pemerintah adalah tahap ketiga yakni kegiatan tahap pasca bencana rehabilitasi dan rekonstruksi,” Katanya.

 

Dia juga menambahkan bahwa dampak paling nyata dari suatu bencana dengan terjadi banyak korban fisik, jiwa maupun harta benda dan dari semua kerugian yang paling dahsyat tentunya kerugian yang menyangkut aspek Psikologis, dari dampak Psikologis selalu lebih besar daripada dampak medis yang ditimbulkan.

 

“Dampak Psikologis umumnya berupa stres dan rasa takut yang bisa menyebabkan munculnya perubahan tingkah laku dan gangguan mental,” terangnya.

 

Lanjut dia, Stres bukan persoalan yang ringan. Stres perlu segera mendapatkan pertolongan sehingga penderitaan korban tidak merambat pada penderitaan yang lebih berat, semacam depresi yang ujungujungnya berkeinginan kuat untuk melakukan bunuh diri.

 

“Besar harapan kami kepada para peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk menjadi ketuk tular untuk masyarakat dilingkungannya,” pungkasnya.

 

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banyuasin, Budianto SE, menambahkan bahwa sosialisasi ini perlu selalu dilakukan secara fokus dan inklusif dalam pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

 

“Oleh karena itu, untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini diperlukan komitmen yang kuat antara Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga usaha,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Air Kumbang, Auliya Sepriyadi, Martini dari Dinas Kesehatan Banyuasin, serta peserta yang ikut dalam sosialisasi. (*)

 

Editor Tayang: Zaki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here