Banyuasin – Segenap pelanggan listrik dan masyarakat umum di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mendesak jaringan kabel semrawut milik PT PLN Persero segera dibenahi.

 

Sebab, semakin tidak terawatnya jaringan kabel tersebut disinyalir menjadi salah satu pemicu awal pemadaman aliran listrik tak kenal waktu (di luar jadwal pemadaman) di daerah tersebut akhir-akhir ini.

 

Lebih mengerikan, banyaknya kabel milik PT PLN Persero menjuntai hampir menyentuh tanah, bahkan sudah terlilit semak belukar, berpotensi ancaman tersendiri bagi nyawa siapa saja yang berada di dekatnya.

 

Pantauan terkini media ini, Selasa (26/3/2024) kabel listrik bertegangan tinggi menjuntai sekitar satu meter di atas tanah milik Romi tepat di pintu masuk halaman rumah yang dibangunnya di RT 10 RW 3 Desa Pelajau Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

 

Dirinya mengaku kesal kenapa kabel tersebut tidak di benahi, sedangkan dia dan keluarga berencana akan menempati rumah barumya dalam waktu dekat yang sebelumnya tinggal di pangkalan balai, namun dia mengeluhkan ada kabel yang menghalangi jalan masuk ke rumahnya.

 

“Kita mau menempati rumah baru kami bangun, kenapa kabel itu tidak di benahi, kami khawatir nanti tidak sengaja masuk tersangkut kabel , bisa saja di tunjang pakai penyangga kayu, tapi kami takut,”keluhnya.

 

Senada juga diungkapkan Pikri warga setempat sudah sering mengeluhkan kondisi kabel listrik yang tak terawat di depannya di jalan masuk rumah Romi, dan sempat melaporkan ke pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile, namun petugas tidak kunjung memperbaiki.

 

“Kapan mau di perbaiki kabel ini, takut ada anak-anak main dan memegang kabel listrik, walaupun ada bungkus nanti terjadi hal yang tak diinginkan, ” katanya.

 

Hingga berita ini ditayangkan, PT PLN Persero Rayon Pangkalan Balai dan pihak-pihak berkompeten lainnya masih dalam upaya dikonfirmasi ulang terkait hambatan pemeliharaan jaringan tersebut.

 

 

Editor tayang Zaki

 

 

Tim media mcngrup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here