Dinkes Muara Enim Pastikan Kasus Suspek Campak Turun, Himbau Masyarakat Pentingnya Imunisasi

MUARA ENIM – Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Maret 2026.

 

Hal ini seiring dengan meningkatnya kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr. Eni Zatila, mengungkapkan bahwa secara nasional, KLB campak telah terjadi di sekitar 100 kabupaten/kota.

 

Bahkan, pada Januari 2026, pihaknya juga menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus tersebut.

 

“Untuk Kabupaten Muara Enim, dari Januari sampai Maret 2026 tercatat sebanyak 77 kasus suspek campak yang tersebar di 13 puskesmas,” ujar Eni, Senin 30 Maret 2026.

 

Eni merinci, kasus suspek tersebut antara lain berasal dari Puskesmas Tanjung Enim sebanyak 28 kasus, Puskesmas Muara Enim 19 kasus, Puskesmas Ujan Mas 13 kasus, Puskesmas Gunung Megang 4 kasus, Puskesmas Beringin 3 kasus, serta masing-masing 1 hingga 2 kasus di sejumlah puskesmas lainnya seperti Gelumbang, Pajar Bulan, Panang Enim, Sugih Waras, Tanjung Agung, Sukarami, Tebat Agung, dan Benakat.

 

Dari total kasus tersebut, lanjutnya, hasil pemeriksaan laboratorium baru keluar untuk 15 orang, dengan rincian 2 orang dinyatakan positif campak dan 13 lainnya negatif.

 

“Kasus positif berasal dari Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung,” jelasnya. Selasa, (31/3/2026).

 

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Muara Enim telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, serta menindaklanjuti dengan edaran Sekretaris Daerah Muara Enim terkait kewaspadaan peningkatan kasus campak.

 

Selain itu, dilakukan pula imunisasi kejar campak, sosialisasi di desa yang ditemukan kasus positif, penyuluhan kepada masyarakat, serta edukasi pentingnya imunisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial.

 

“Upaya ini terus kami lakukan untuk menekan penyebaran campak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi,” tambahnya.

 

Meski sempat terjadi peningkatan, Eni memastikan bahwa tren suspek campak di Kabupaten Muara Enim saat ini mulai menunjukkan penurunan.

 

Sementara itu, di tingkat Provinsi Sumatera Selatan, terdapat empat daerah yang dilaporkan mengalami KLB campak, yakni Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Musi Rawas Utara, dan Kota Prabumulih.

 

Sebagai informasi berikut merupakan gejala umum dari penyakit campak diantara nya ialah demam yang disertai batuk dan pilek, serta munculnya ruam merah pada beberapa bagian tubuh.

 

Kemudian, masa inkubasi virus penyebab campak adalah sekira 7-18 hari. Lalu, gejala campak akan muncul selama 7-14 hari.

 

Kemudian lagi, gejala awal campak muncul ketika 1-3 hari pertama sakit. Sementara masa penularan penyakit campak terjadi pada empat hari sebelum ruam hingga empat hari setelah timbulnya ruam. (Deri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *