BANYUASIN– Kebakaran lahan melanda wilayah Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, dengan estimasi luas area yang terbakar mencapai lebih dari 20 hektar. Kepala Desa (Kades) Tanjung Beringin, Imran, menyatakan bahwa pihaknya sangat membutuhkan bantuan alat pemadam api untuk mengatasi situasi darurat ini.
Imran menjelaskan bahwa penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui secara pasti, apakah akibat kesengajaan atau kelalaian. Namun, upaya pemadaman yang dilakukan oleh warga dan perangkat desa menemui kendala signifikan di lapangan.
“Kendala utamanya adalah lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari jalan umum, sehingga menyulitkan akses dan mobilitas tim pemadam,” ujar Imran.
Menurutnya, peralatan yang sangat mendesak dibutuhkan saat ini adalah Alat Pelindung Diri (APD) untuk keselamatan para pemadam, serta mesin air atau motor air untuk membantu memompa air ke lokasi yang sulit dijangkau.
Menanggapi keterbatasan sumber daya tersebut, Pemerintah Desa Tanjung Beringin telah mengambil langkah administratif dengan mengajukan proposal bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin.
Akan tetapi, Imran memperkirakan bahwa realisasi bantuan dari proposal tersebut kemungkinan baru akan didapatkan pada tahun depan. “Kami sudah mengajukan proposal ke BPBD Kabupaten Banyuasin, namun kemungkinan tahun depan baru bisa dapat,” tambahnya.
Sementara menunggu bantuan resmi, Pemerintah Desa Tanjung Beringin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar lahan sembarangan. Pihak desa juga terus berupaya mencari solusi darurat dan menggalang bantuan lokal untuk mencegah api meluas dan melindungi wilayah serta mata pencaharian warga.
*(Tim Redaksi / 27 Oktober 2026)*
























