Musim Kemarau Panjang, Petani Padi Desa Karang Raja Terancam Gagal Panen

 

MUARA ENIM – Musim kemarau panjang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Muara Enim menimbulkan banyak ke khawatiran bagi para petani khususnya para petani padi sawah tadah hujan di wilayah Kecamatan Muara Enim, Desa Karang Raja. Pasal nya, musim kemarau panjang saat ini puluhan hektar sawah di Desa Karang Raja dapat terancam gagal panen disebabkan kekeringan. Senin, (17/8/2026).

 

Jamek (62) Petani asal Desa Karang Raja menuturkan, musim kemarau panjang saat ini menimbulkan ke khawatiran bagi para petani sawah tadah hujan di sebabkan sawah milik nya kekeringan tidak ada air. Selain itu, musim kemarau panjang yang melanda saat ini hasil panen padi khususnya milik nya cukup dratis merosot tajam.

 

” Musim kemarau panjang ini, kami sangat khawatir sekali, karena mayoritas kami di sini adalah petani sawah tadah hujan. Ya, bisa di lihat hasil panen padi kami merosot sangat tajam sekali kemudian bagaimana kami bisa tanam padi kembali kalau kering tidak ada air ,” tutur nya.

 

Jamek menjelaskan, biasa nya normal nya lahan sawah tadah hujan milik nya dapat menghasilkan gabah padi sekitar 50 sampai 60 karung gabah setiap panen padi apa bila kebutuhan air di sawah nya tercukupi. Namun kali ini, musim kemarau panjang saat ini merosot sangat tajam hampir 60 persen hasil panen padi milik nya merosot.

 

” Untung-untung dapat 20 karung gabah padi pak musim kemarau ini, karena banyak padi kami Ampe (tidak berisi) akibat sawah kami kekurangan air, belum lagi di makan oleh hama burung, tikus dan hama lain nya, ini saja kami percepat panen padi kami ,” jelasnya.

 

Ia menerangkan, untuk saat ini telah ada mesin pompa air bantuan dari Pemerintah namun hingga saat ini alat tersebut belum kunjung dapat di fungsikan. Karena sebagai petani sawah tadah hujan pihak nya sangat menaruh harapan besar pada alat tersebut dapat segera di fungsikan untuk mengaliri sawah tadah hujan bagi para petani yang kekurangan air.

 

” Kami berharap, alat pompa air tersebut segara dapat bisa mengaliri sawah kami, karena pada saat kami tanya ketua kelompok tani, kenapa bangunan pompa air tersebut itu belum bisa mengaliri ke sawah kami, dan dijawab, karena belum di resmikan oleh Pemerintah sehingga belum dapat di fungsikan ,” bebernya

 

” Ya, kami berharap Pemerintah Muara Enim dapat membantu kami, baik dalam kebutuhan air, maupun pupuk dan bibit untuk kedepan nya ,” harapnya.

 

Sementara itu, Plt Dinas Pertanian Muara Enim Budi Jhonson di konfirmasi media ini mengatakan, Dinas pertanian Muara Enim belum mengetahui ada nya mesin pompa yang belum berfungsi tersebut di wilayah Desa Karang Raja. Dan dimana, lanjutnya, pihak nya juga akan segara menurunkan Tim untuk menelusuri dan mengecheck langsung ada nya mesin pompa air tidak berfungsi tersebut.

 

” Setahu kami mesin pompa air tersebut merupakan bantuan dari PTBA ya, kalaupun itu benar alat tersebut milik PTBA kita akan koordinasi dengan PTBA untuk membenahi nya apa yang menjadi kendala para petani di sana, kalaupun bukan dari bantuan PTBA kita akan koordinasi dengan instansi yang membangun pompa air tersebut ,” tukasnya.

 

Namun, berdasarkan penelusuran investigasi media ini sumur bor pompa tersebut merupakan milik bantuan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Sungai Sumatera VIII Sumur Jiat Desa Karang Raja Muara Enim dan nampak terlihat berdiri namun belum dapat difungsikan kepada para petani sawah tadah hujan di Desa Karang Raja. (Deri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *