MUARA ENIM — PS Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muara Enim membuka kiprah di Turnamen Sepakbola Berjalan U-40 dengan kemenangan meyakinkan. Menghadapi PS Perikanan, tim wartawan itu menang 2-0 di GOR Pancasila Muara Enim, Kamis (13/8/2026).
Dua gol kemenangan PS PWI Muara Enim lahir pada babak pertama. Andreas Prakoso lebih dulu memecah kebuntuan sebelum Sigit Eko Raharjo menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
PS Perikanan mencoba mengubah keadaan setelah turun minum. Intensitas pertandingan meningkat. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan, tetapi rapatnya pertahanan masing-masing membuat tidak ada gol tambahan hingga laga berakhir.
Kapten PS PWI Muara Enim, Denny Kristian, menilai kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya.
“Permainan awal cukup baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk pertandingan hari kedua,” kata Denny.
Kemenangan itu sekaligus memastikan PS PWI Muara Enim melangkah ke perempat final yang dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026). Tim wartawan tersebut pun memasang target menembus partai puncak.
Denny mengatakan kondisi pemain relatif baik meski persiapan fisik tidak dilakukan secara intensif. Menurut dia, keikutsertaan dalam turnamen tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan.
“Yang terpenting silaturahmi dan memperkenalkan olahraga sepakbola berjalan yang berada di bawah naungan KORMI,” ujarnya.
Ketua PWI Muara Enim, Sigit Eko Raharjo, mengapresiasi perjuangan para wartawan yang turun memperkuat tim sekaligus ikut menyukseskan turnamen tersebut.
Ia mengingatkan para pemain agar menjaga semangat, sportivitas, kesehatan, dan kebersamaan sepanjang kompetisi.
“Yang utama tetap semangat, jaga persaudaraan dan kesehatan. Menang penting, tetapi silaturahmi dan kebersamaan juga harus dijaga,” kata Sigit.
Turnamen Sepakbola Berjalan U-40 digelar Perkumpulan Sepakbola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) Kabupaten Muara Enim sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sepakbola berjalan sebagai olahraga masyarakat yang berkembang di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).























