Banyuasin – HBN Indonesia, Salah satu dari berbagai jenis potensi alam yang ditemukan di Kelurahan Air Batu Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Pisang Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, pisang telah menjadi bagian penting bagi salah satu mmasyarakat Desa Air Batu. Jum’at(4/9/2026)
Masyarakat memproduksi berbagai olahan pisang untuk membantu perekonomian, salah satunya adalah tepung. Selain itu pisang rebus, pisang goreng, dan berbagai jenis olahan pisang lainnya menjadi makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.Meskipun demikian, pemanfaatan pisang masih terbatas pada daging buahnya saja; pemanfaatan kulit buahnya masih sangat minim.
Tim pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politenik Negeri Sriwijaya (Polsri) memberikan bantuan Alat pengelolahan pemanfaatan limbah kulit pisang kepok menjadi kripik kepada warga Kelurahan Air Batu kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.
Selain kegiatan pembuatan tepung dari kulit pisang, TIM PKM melakukan kegiatan pelatihan pembuatan produk yang berbahan baku dari tepung kulit pisang yang telah diselenggarakan pada tanggal 1 September 2026. Tepung tersebut kemudian dikembangkan menjadi aneka produk olahan, di antaranya cookies, brownies kering, dan nastar. Inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk pangan yang menarik dan bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi upaya untuk mengurangi limbah kulit pisang sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM Keripik mamak.
Alat bantuan secara pengelolaan limbah kulit pisang kepok menjadi kripik merukan hasil karya kolaborasi tiga dosen , satu teknisi labolaturium dan mahasiwa politeknik Negeri Sriwijaya di berikan kepada Ketua UMKM Ngalimin (63);Warga Kelurahan Air Batu Kecamatan Talang Kelapa.
Menurut ketua tim PKM Endang Verawati S.TP., M.Si program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini guna memastikan hasil riset kampus untuk menyalurkan inovasi ramah lingkungan dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Alat ini dirancang khusus, pengelingan kulit pisang menjadi tepung dan dirakit dengan kapasitas 3 samapai 5 kilo muatan agar produksi kulit pisang menjadi lebih cepat ,sfisien dan ramah lingkungan “ucap Endang.
Menurut Lurah Air Batu Wahyuni, S.Sos
kegiatan yang di lakukan untuk membantu meningkatkan produktivitas serta menjaga kebersihan lingkungan masyarakat, dan Pemerintah daerah memandang rogram ini sebagai pilar strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan secara aktif mendorong percepatan implementasi kerja sama di lapangan agar inovasi teknologi terapan mahasiswa dan dosen Polsri dapat langsung diadopsi untuk membantu produktivitas masyarakat lokal,
Program kemitraan Polsri dinilai memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha” ucapnya
Kandungan kalium pada kulit pisang, di mana kadar K2O-nya mencapai 46-57% basis kering, merupakan elemen nutrisi yang paling dominan. Kalium merupakan nutrisi yang berperan menguatkan jaringan tanaman; membantu produksi protein, karbohidrat, dan gula; membantu transportasi gula dari daun ke buah, dan meningkatkan resistensi terhadap penyakit. Kegiatan edukasi pembuatan tepung dari kulit pisang dilaksanakan oleh AldonyReco Putra, S. T,.M.Tr.T(35) Seorang Dosen Universitas Polsri Palembang bersama tim dari Polsri menyampaikan edukasi terhadap warga Kelurahan Air Batu. Tujuan dari edukasi pembuatan tepung dari bahan kulit pisang ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai khasiat kulit pisang sebagai bahan baku dalam pembuatan tepung. Melalui pembuatan tepung, kulit pisang tidak hanya berakhir sebagai limbah sehingga permasalahan sampah dapat dikurangi. Di samping itu, bagi warga yang memiliki tanaman di pekarangan rumahnya pohon pisang,kulitnya dapat di olah atau dimanfaatkan sebagai keripik dan tepung untuk dikonsumsi kembali oleh masyarakat.
Pemaparan program kerja mengenai pembuatan tepung telah dilaksanakan dengan lancar di salah rumah Bapak Ngalimin yang dihadiri oleh Lurah Air Batu, RT, masyarakat Desa Air Batu, kelompok UMKM, karang taruna, beserta perangkat kelurahan. Masyarakat Desa Air Batu memperhatikan pemaparan dengan seksama dan antusias dalam belajar lebih lanjut mengenai proses pembuatan tepung selama keberjalanan acara.(Dafid)
























