Tak Kuat Menahan Tangis, Bupati Banyuasin Akui Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

 

BANYUASIN – Suasana sedih dan haru menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Pemkab Banyuasin, Selasa (1/9/2026). Masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah untuk melaksanakan Sholat Istisqa’, atau sholat minta hujan, sebagai upaya spiritual terakhir di tengah kekeringan yang kian parah.

 

Momen paling menyentuh terjadi saat Bupati Banyuasin naik ke mimbar untuk memberikan sambutan. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, pemimpin daerah tersebut secara terbuka mengakui ketidakmampuan pemerintahannya dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya akan air bersih selama bulan-bulan terakhir ini.

 

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin belum mampu menyediakan air untuk yang membutuhkan, dimasa kekeringan ini dimana-mana sudah mulai sulit mendapatkan air, tumbuh -tumbuhan mulai mengering,” ujar Bupati Banyuasin Askolani.

 

Pengakuan jujur tersebut sontak mengubah suasana lapangan yang awalnya hening, dimana dampak yang di rasakan masyarakat cukup menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

 

Krisis air bersih di Kabupaten Banyuasin diketahui telah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir akibat musim kemarau panjang yang disertai dengan penurunan debit air di sumber-sumber utama, termasuk sungai dan sumur bor milik PDAM. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami kekeringan kritis, memaksa warga mengandalkan bantuan air tangki dari pihak swasta maupun relawan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menjelaskan upaya teknis yang sedang digenjot oleh pemerintah daerah, termasuk pengeboran sumur dalam darurat dan optimalisasi distribusi air bersih menggunakan armada tangki. Namun, ia menegaskan bahwa solusi jangka pendek tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh titik krisis secara merata.

 

“Kami terus berupaya maksimal, tapi keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam membuat kami kewalahan. Doa ini adalah harapan terakhir kami agar Allah SWT menurunkan rahmat-Nya berupa hujan untuk membasahi bumi Banyuasin yang kering,” tambahnya.

 

Sholat Istisqa’ yang dipimpin oleh ulama setempat berlangsung khusyuk. Dalam khutbahnya, sang imam mengajak seluruh jamaah untuk bertaubat dan memperbaiki diri, sembari bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera mengakhiri masa paceklik air ini. (By)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *