Dukung Generasi Muda Cemerlang Mahasiswa Unsan Muara Enim Beri Edukasi Cegah Pernikahan Dini

 

MUARA ENIM – Pernikahan merupakan salah satu tahapan penting dalam kehidupan yang membutuhkan kesiapan secara fisik, mental, emosional, sosial, dan ekonomi. Namun, pernikahan yang dilakukan pada usia terlalu muda atau yang sering disebut sebagai pernikahan dini dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi pasangan maupun keluarga.

 

Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Anak atau remaja yang menikah terlalu dini sering kali belum memiliki kematangan dalam mengambil keputusan, mengelola emosi, menyelesaikan konflik, serta memenuhi tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik rumah tangga, putus sekolah, kesulitan ekonomi, perceraian, serta berbagai masalah sosial lainnya. Sabtu, (22/8/2026).

 

Gustiani anggota Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Serasan Muara Enim mengatakan, pencegahan pernikahan dini sangat penting dilakukan, khususnya melalui edukasi kepada anak dan remaja. Generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa masa remaja merupakan masa untuk belajar, mengembangkan potensi, merencanakan masa depan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

 

Gustiani menyebut, Kegiatan edukasi mengenai pentingnya mencegah pernikahan dini kepada pelajar ada 6 poin penting di tekankanya di antaranya pertama, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak serta remaja mengenai risiko pernikahan dini. Kedua, Memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan.

Ketiga Mendorong remaja agar mampu mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab. Keempat, Menjelaskan dampak pernikahan dini terhadap pendidikan, kesehatan, mental, ekonomi, dan kehidupan sosial. Kelima Mendorong peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya pernikahan dini.

Dan terakhir Membantu menciptakan generasi muda yang lebih mandiri, berpendidikan, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

 

Lebih jauh, Gustiani mengatakan kegiatan pencegahan pernikahan dini yang dilaksanakan di lingkungan sekolah atau masyarakat diharapkan memberikan dampak nyata bagi sasaran kegiatan, khususnya anak dan remaja.

 

” Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, kepada peserta dapat memahami bahwa pernikahan bukan hanya mengenai kesiapan untuk hidup bersama, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, fisik, emosional, sosial, dan ekonomi. Peserta juga diharapkan mampu mengenali berbagai risiko yang dapat muncul apabila pernikahan dilakukan sebelum memiliki kesiapan yang cukup ,” kata Gustiani dalam paparannya kepada siswa pelajar.

 

Kemudian, Gustiani menjelaskan peran lingkungan dan sekolah merupakan ujung tombak yang penting dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Oleh sebab itu, motivasi dan pemahaman kepada siswa sehingga tidak mudah mengambil keputusan untuk menikah hanya karena tekanan lingkungan, pergaulan, maupun faktor lainnya.

 

” Karna itu, bagi sekolah dan masyarakat, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap masa depan anak. Guru, orang tua, dan masyarakat dapat berperan lebih aktif dalam memberikan pendampingan serta menciptakan ruang komunikasi yang terbuka bagi anak dan remaja,” jelasnya.

 

Lanjut nya, Gustiani menerangkan, agar memberikan pemahaman dalam pencegahan pernikahan dini agar tidak terjadi di kalangan remaja bagi hendak nya juga harus memberikan contoh dampak nya buruk nya, sehingga hal itu dapat motivasi untuk mencegah dan menghindari terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja.

 

Oleh karena itu, pencegahan pernikahan dini harus dilakukan melalui edukasi, komunikasi keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan terhadap anak. Generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk belajar, meraih cita-cita, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan kehidupan masa depan dengan baik.

 

” Mencegah pernikahan dini bukan berarti menghalangi masa depan, tetapi memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik,” terangnya. (Deri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *