Mahasiswa KKN Unsan Muara Enim Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Pergaulan Bebas, Ketua Kelompok : Langkah Kongkrit Wujudkan Generasi Muda Sehat Berakhlak

 

 

 

MUARA ENIM — Dalam rangka mencegah terjadinya Bullying dan Pergaulan Bebas, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Serasan (Unsan) gelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Anti Bullying dan Pergaulan Bebas kepada murid sekolah bertempat di lapangan SMP Negeri 2 Lawang Kidul. Jumat, (21/8/2026).

 

Irma Febrianti ketua Kelompok KKN Unsan 2026 mengatakan, kegiatan yang yang dilaksanakan oleh kelompok nya tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Unsan yang diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda, khususnya para pelajar tingkat sekolah menengah pertama.

 

Ia juga mengatakan, Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan siswi dari berbagai tingkatan kelas di SMP Negeri 2 Lawang Kidul, mulai dari kelas VII hingga kelas IX.

 

” Alhamdulillah, Antusiasme para siswa terlihat jelas sepanjang jalannya acara, yang berlangsung tertib dan penuh semangat di bawah teriknya suasana lapangan sekolah. Tidak hanya dihadiri oleh para siswa, kegiatan ini juga disaksikan dan dihadiri langsung oleh para guru serta wakil kepala sekolah SMP Negeri 2 Lawang Kidul, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap terlaksananya acara tersebut ,” kata Irma Febrianti.

 

Irma menjelaskan, kegiatan Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) serta dampak negatif dari pergaulan bebas yang kerap menjadi permasalahan serius di kalangan remaja saat ini. Materi disampaikan secara interaktif, mencakup pengertian bullying dalam berbagai bentuknya baik secara fisik, verbal, maupun secara daring (cyberbullying), serta bahaya pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda apabila tidak disikapi dengan bijak.

 

Selain, pemaparan materi, lanjutnya kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan bersama para siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang aktif dan komunikatif antara mahasiswa/i KKN dengan peserta didik.

 

” Ada 5 poin kita tekankan di sini kepada adik adik kita, pertama Meningkatkan kesadaran siswa/i mengenai bahaya tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, kedua Membentuk sikap saling menghargai dan menghormati antarsesama siswa demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, ketiga, Memberikan pemahaman tentang dampak buruk pergaulan bebas terhadap masa depan, kesehatan, serta moral generasi muda. Keempat, Mendorong siswa/i untuk berani melapor dan bersikap tegas apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan dan kelima, membangun kerja sama antara pihak sekolah, mahasiswa KKN, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif ,” jelasnya Irma.

 

Dalam sosialisasi tersebut Irma menerangkan, kegiatan sosialisasi ini memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:

Siswa/i memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam pergaulan sehari-hari.

Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian antarsiswa sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya kasus bullying di sekolah.

Membekali siswa/i dengan pengetahuan untuk menghindari pergaulan bebas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mempererat hubungan antara pihak sekolah, guru, dan mahasiswa KKN dalam upaya bersama membangun karakter generasi muda yang lebih baik.

 

” Kegiatan sosialisasi anti bullying dan pergaulan bebas yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Lawang Kidul ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari seluruh pihak, baik dari siswa, guru, maupun pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli, saling menghargai, dan terhindar dari perilaku menyimpang ,” terangnya.

 

Lebih jauh, Irma berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai kegiatan insidental, melainkan menjadi program rutin di sekolah. Selain itu, peran aktif guru dan orang tua juga sangat diperlukan untuk terus mengawasi dan membimbing anak-anak dalam pergaulan sehari-hari, sehingga nilai-nilai yang telah disampaikan dalam sosialisasi ini dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para siswa/i.

 

” Mudah mudah dari kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat berkesinambungan sehingga dapat mencegah terjadi nya kasus Bullying dan Pergaulan bebas di sekolah ,” harapnya. (Deri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *