Akibat Kekosongan Pengurus BUMDes Durian Daun Mati Suri

Banyuasin – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, hingga saat ini diduga tidak aktif akibat belum adanya pengurus yang menjalankan roda organisasi.

 

BUMDes sejatinya dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), optimalisasi sumber daya desa, serta penguatan kemandirian ekonomi. Selain itu, BUMDes diharapkan mampu memperbaiki layanan umum melalui pengelolaan aset desa secara profesional dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang merata dan berkelanjutan.

 

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan BUMDes Desa Durian Daun. Hingga kini, BUMDes belum memiliki kepengurusan yang aktif sehingga program-program pemerintah desa yang bertujuan mewujudkan desa mandiri dan meningkatkan PADes tidak dapat dijalankan.

 

Dikonfirmasi Camat Suak tape bambang Setiadi,.S.E,.M.S,i, terkait tidak aktifnya BUMDes Desa Durian Daun, belum memberikan keterangan resmi.

 

Sementara itu, Kepala Desa Durian Daun, Supri, juga belum memberikan penjelasan saat dikonfirmasi mengenai kondisi BUMDes yang diduga tidak aktif tersebut.

 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Durian Daun Sandi, membenarkan bahwa saat ini BUMDes belum memiliki pengurus. Ia menjelaskan bahwa pihak desa dan BPD telah memasang pengumuman di tempat-tempat keramaian, seperti warung, untuk membuka pendaftaran pengurus baru.

 

“Pengumuman sudah kami sampaikan kepada masyarakat, baik melalui BPD maupun pemerintah desa. Namun hingga saat ini belum ada masyarakat yang bersedia menjadi pengurus BUMDes,”ujar Sandi, Selasa (23/12/2025).

 

Ia menambahkan, untuk sementara waktu pihak desa berencana membuka kembali pendaftaran kepengurusan pada tahun 2026.

 

“Semua pengurus sudah mengundurkan diri. Rencananya tahun 2026 nanti akan dibuka kembali pendaftaran pengurus BUMDes,” pungkasnya.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa, bukan justru terbengkalai tanpa kepastian.

 

Dengan kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat segera menemukan solusi agar BUMDes Desa Durian Daun dapat kembali aktif dan berfungsi sebagaimana mestinya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *