Breaking News
Hadapi Potensi El Nino, Muba Percepat Aktivasi Relawan dan Perketat Pengendalian Karhutbunlah Bupati Muba HM Toha Tohet Ikuti Rakor Karhutbunlah Gerak Bersama Ribuan Peserta, Staf Ahli TP PKK dan Ketua DWP Muba Tampil Antusias di KRIYA 2026 Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Direktorat Intelkam Polda Sumsel Gelar Bakti Sosial   Kapolsek Indralaya mengikuti rapat lanjutan Penanggulangan Karhutlah *Kapolsek Indralaya mengikuti rapat lanjutan Penanggulangan Karhutlah* Kapolsek Indralaya AKP Junardi S.H, M.A.P Bersama Kanit Intelkam Polsek Indralaya Aiptu Syahrul dan Anggota menghadiri kegiatan Rapat Lanjutan Terkait Penanggulangan Karhutlah di Aula Kantor camat Indralaya utara Kab.ogan ilir, Selasa 21/4/2026. Turut hadir dalam kegiatan Camat Indralaya utara, dan kepala Desa se-Kecamatan Indralaya Utara. Kapolsek Indralaya AKP Junardi, SH. MAP mengatakan, “Dengan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Indralaya Utara, kita perlu memperkuat kerja sama dalam penanggulangan Karhutla. Peran semua pihak sangat diperlukan, terutama pihak ketiga dan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya pencegahan Karhutla,” tandasnya. “Kami berharap relawan MPA dapat berperan lebih aktif, dan dukungan dari pihak ketiga sangat diharapkan untuk membantu dalam aspek materiil maupun non-materiil,” pungkasnya. terkait kondisi Karhutla di wilayah tersebut. “Dengan situasi kemarau saat ini, Karhutla menjadi tanggung jawab kita semua. Diharapkan kolaborasi dari semua elemen masyarakat, pihak ketiga, dan lembaga untuk mencegah serta menanggulangi Karhutla, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa pelaku pembakaran lahan dapat dijerat dengan Undang-undang utama yang mengatur Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Indonesia adalah UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Pasal 50 & 78) dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Aturan ini ditegaskan kembali dalam UU Cipta Kerja yang melarang pembakaran lahan, dengan sanksi penjara hingga 15 tahun dan denda hingga Rp10 miliar. “Jika ada yang menemukan pelaku, segera laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

Gerak Bersama Ribuan Peserta, Staf Ahli TP PKK dan Ketua DWP Muba Tampil Antusias di KRIYA 2026

 

 

Palembang – Hbnindonesia.comDi tengah gemuruh semangat Senam Kreasi Sriwijaya (KRIYA) 2026, Staf Ahli TP PKK Muba Liliyani Abdur Rohman Husen bersama Ketua DWP Muba Siti Fatimah Syafarudin tampil mencuri perhatian. Keduanya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian gerakan, membaur harmonis bersama ribuan peserta yang memadati lokasi kegiatan.

 

Semangat kebersamaan, energi perempuan, dan kebanggaan terhadap budaya lokal berpadu dalam peluncuran Senam Kreasi Sriwijaya (KRIYA) 2026 tersebut di Lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat (24/4/2026).

 

Atmosfer kemeriahan sudah terasa sejak awal kegiatan. Ribuan peserta yang didominasi kaum perempuan tampil penuh semangat, mengikuti setiap gerakan dengan kompak, energik, dan penuh keceriaan.

 

Peluncuran KRIYA 2026 secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Drs. H. Edward Candra, MH., didampingi ketua PKK provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, serta Ketua Kormi Sumsel Hj Samantha Tivani.

 

Dalam sambutannya, Edward Candra menegaskan bahwa senam KRIYA merupakan inovasi strategis hasil kolaborasi TP PKK dan DWP dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah di Sumatera Selatan.

 

Ia optimis, senam KRIYA akan menjadi tren baru di Sumatera Selatan, bahkan berpotensi dikenal secara nasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

 

Lebih lanjut, Edward Candra juga mengapresiasi antusiasme luar biasa dari seluruh peserta.

 

Ia menilai, partisipasi besar ini menjadi modal kuat dalam upaya mencatatkan sejarah melalui pemecahan Rekor MURI dengan jumlah peserta perempuan terbanyak, sekaligus dalam rangka peringatan Hari Kartini.

 

“Selamat kepada seluruh peserta. Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi tentang kebersamaan, kesehatan, dan kebanggaan terhadap budaya kita sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru menyampaikan bahwa KRIYA dirancang sebagai identitas senam khas daerah yang merepresentasikan seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

 

Menurutnya, KRIYA menjadi simbol kekuatan kolaborasi sekaligus kreativitas perempuan daerah. Senada dengan itu, Edward Candra menilai lahirnya KRIYA merupakan wujud nyata kreativitas kolektif yang patut diapresiasi dan terus dikembangkan.

 

“Inovasi ini lahir dari kolaborasi dan semangat bersama. Dengan antusiasme luar biasa dari para peserta, kita optimistis mampu mencatatkan rekor MURI, khususnya dalam momentum Hari Kartini,” ujarnya.

 

Ia juga berharap, KRIYA 2026 tidak hanya sukses mencetak rekor, tetapi mampu “membooming” sebagai ikon baru gaya hidup sehat masyarakat Sumatera Selatan sekaligus mengangkat nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

 

Sementara itu, Liliyani menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat atas peluncuran KRIYA 2026. Menurutnya, inovasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan sekaligus memperkenalkan budaya lokal melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

 

“Ini luar biasa. Kami menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya KRIYA. Bukan hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kebanggaan terhadap karya daerah,” pungkasnya.

 

:kapri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *