Banyuasin,- Beberapa hari terakhir gelombang aksi memprotes kebijakan pemerintah dari kenaikan pajak , kenaikan gaji DPR yang di nilai menyakiti hati masyarakat, sehingga aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia mulai gedung DPR Pusat hingga DPR Daerah cukup menjadi perhatian serius Presiden RI Prabowo Subianto.
Awal mula Demontrasi di Jakarta menuntut kebijakan dan keadilan salah satu tuntutan yang di ajukan para mahasiswa agar undang – undang perampasan aset segera di sahkan namun peristiwa yang tidak diinginkan terjadi kericuhan dari aksi demonstrasi di yang mengakibatkan meninggalnya driver ojol dan aksi demonstrasi menyebar diberbagai daerah dan membuat presiden Prabowo Subianto mengintruksikan jajaran TNI dan Polri segera mengambil tindakan agar kericuhan tidak berlanjut.
Di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel gelombang aksi demonstrasi tidak ada baik aksi di gedung DPRD Banyuasin maupun aksi di Kantor Bupati Banyuasin, TNI dan Polri juga melakukan patroli besar-besaran.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani juga mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi oleh orang yang membuat kekacauan dan menciptakan Kabupaten Banyuasin Kondusif.
Alhasil poster “Tagar Banyuasin Kondusif” bertebaran di media sosial, poster dengan tampilan gerbang Pemkab Banyuasin, tugu dan lambang Bendera Indonesia menjadi ikon Banyuasin Kondusif, dan hingga saat ini usai gabungan mahasiswa yang menggelar aksi damai di Kantor DPRD Sumsel pada Senin (1/9/), Kabupaten Banyuasin tetap kondusif.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua, apalagi kebijakan yang merugikan masyarakat, aspirasi masyarakat jangan sampai menjadi catatan kemudian tak dianggap penting , karena rakyat adalah pemegang kedaulatan negara.

























