HBN Indonesia – Meski memiliki potensi sumber daya alam dan lokasi strategis, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik minat investor asing maupun domestik. Sejumlah pengusaha dan investor mengungkapkan keraguan mereka untuk menanamkan modal lebih besar, karena citra reputasi Indonesia secara umum yang masih dibayangi oleh birokrasi rumit dan isu korupsi.
Berdasarkan keterangan langsung dari para pengusaha sekaligus investor , Martyn Terpilowski menyebut, hambatan utama bukan hanya terletak pada regulasi teknis, melainkan juga pada persepsi negatif terhadap tata kelola pemerintahan. ” Sayangnya dan saya tidak suka orang pada pada males investasi di Indonesia karena reputasi Indonesia buruk maka saya pindahkan kantor pusat ke Singapura, pernah ada tagihan pajak dan kita berdiskusi dan mereka bilang,(pihak-pajak) ” pajak kamu bebas tapi kasih kami 20 dolar,” dan saya kaget ini negaranya, dan ini benaran kejadian dan seolah-olah merasa Nasionalis,” ujarnya dalam sesi wawancara di kutip dari pojoksatuid terbit 28 Juni 2026.
Kompleksitas perizinan dan ketidakpastian hukum sering kali menjadi momok bagi pemodal. “Reputasi Indonesia di mata internasional masih tercoret oleh kasus-kasus korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit. Ini membuat investor harus berpikir dua kali sebelum mengucurkan dana triliunan rupiah.
Isu ini sejalan dengan laporan global dan keluhan Kamar Dagang China di Indonesia yang baru-baru ini menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai hambatan investasi. Data menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, terdapat investasi senilai Rp1.500 triliun yang gagal masuk ke Indonesia akibat berbagai kendala struktural, termasuk sumbatan birokrasi akut.

























