HBN Palembang – Antusias putra putri bangsa se Kota Palembang pada Bulan April 2025 lalu mengikuti tes seleksi calon paskibraka Indonesia yang diikuti lebih kurang Seribu peserta anak SMA Kota Palembang akhirnya di bulan Juli 2025 Tiga Bulan Lamanya Peserta Calon Paskibraka Indonesia Kota Palembang Baru menerima pengumuman hasil tes seleksi paskbraka Kota Palembang.
Septi Nur Hidayati di dampingi suaminya Winarno Santoso warga Jalan Lettu Karim Kadir RT. 25 RW.02 Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan mendatangi Rumah Aspirasi Walikota Palembang, di Jalan Tasik, Kambang Iwak untuk melaporkan kejanggalan dalam seleksi Paskibaraka tahun 2025.
Septi menyebutkan kedatangannya kerumah aspirasi untuk melaporkan persoalan yang dialami anaknya saat mengikuti seleksi Paskibraka kepada Walikota Palembang Ratu Dewa.
“Kami hari ini datang kerumah aspirasi untuk melaporkan kejanggalan yang dialami anak kami saat mengikuti seleksi Paskibraka kepada Bapak Walikota Palembang yang dimana seleksi ini dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kami merasakan ada ke anehan dalam pengumuman hasil tes tersebut sepengetahuan saya hasil dari setelah tes itu tidak lama langsung diumumkan paling lama kurang lebih satu minggu lamanya tapi ditahun ini pengumuman hasil tes seleksi mencapai tiga bulan lamanya.
Kami juga mendapati temuan bahwasanya ada seorang anak yang ikut seleksi namun telah gugur atau tidak lulus pada tahap kelima parade dan dinyatakan ada lingkar kaki X, justru masuk sebagai salah satu peserta yang lulus Paskibraka Kota Palembang,” ungkapnya.
“Sementara anak kami yang mengikuti tahapan mulai dari pertama, hingga hingga akhir penuh dengan perjuangan justru tidak lulus saat pengumuman. Kami berharap hasil dari seleksi dibuka dan tranparansi dalam hal kami meminta keadilan untuk anak kami kepada pihak pemerintah kota Palembang untuk menegakkan kebenaran, kalau memang ada indikasi dugaan kecurangan biar bisa terungkap,” ungkapnya.
Septi menyebutkan akibat kejadian ini berpengaruh terhadap mental anaknya setelah melihat hasil pengumuman ada peserta yang tadinya dinyatakan tidak lulus ditahap kelima parade namanya ada didalam hasil pengumuman,anak saya berpikir sia-sia atas perjuangan sayanyang telah sungguh-sungguh mengikuti tes dan latihan sebelum mengikuti seleksi.
“Ada perubahan waktu pertama kali pengumuman, anak saya itu berdiam diri dirumah, tidak keluar kamarnya beberapa hari,sampai yang tadinya ibadahnya rajin berubah menjadi malas. Jadi disuruh ibadah jadi malas lagi ngapa-ngapain males, disuruh belajar Jadi males, karena dia pikir percuma aku berjuang aku sudah berusaha untuk jadi yang terbaik. Tapi usahanya gagal, kalau gagal secara adil dan profesional saya terima,tapi gagal dengan indikasi kecurangan yang membuat dirinya tidak terima,” ungkap Ibunya
Disampaikan juga oleh Septi Nur Hidayat sebelum melaporkan hal ini ke Walikota Palembang, dirinya dan suami telah melaporkan hal tersebut ke Kesbangpol Kota Palembang, namun menurut Septi tidak ada solusi dan penjelasan yang kami harapakan malahan kami disuruh kesekolahan anak kami untuk minta surat rekomemdasi dari pihak sekolah lagi dan lagi kami merasa aneh sepengetahuan kami tidak ada hubungannya hasil seleksi dengan pihak sekolah karena keputusan seleksi tersebut ada dipanitia penyelenggara seleksi yaitu Kasbangpol Kota Palembang bukan dari pihak sekolah.
Suci petugas rumah aspirasi mengatakan pihaknya telah menerima dan telah dilaporkan keatasa dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kita sudah menerima lapora dari Bunda Septi tadi laporannya sudah kami terima dan akan kita tindaklanjuti ini juga sudah kami laporkan ke atasan kami dan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.(DF)

























